Total Tayangan Halaman

Senin, 22 Desember 2014

Jodohku ^_^

Kapan ya Allah......
Yang pasti bukan 10 tahun yang lalu, bukan sekarang, ntah besok, lusa, 5 tahun lagi atau mungkinkah... Sesekali pertanyaan ini suka timbul di benak. Harus banyak-banyak istighfar biar selalu sabar. Allah punya rencananya sendiri untuk hambanya. Sebenarnya Untuk umurku sekarang rasanya sudah jenuh untuk memikirkan tentang ini, hidup sendiri rasanya lebih menyenangkan dengan segala alasannya, bangun jam 10 pagi klu lagi ga tugas gada yg marah, ga masak berbulan-bulan gada yang ngeluh, ga perlu jadi akuntan keluarga untuk bagi-bagi pengeluaran buat sebulan, mau jalan-jalan kapan aja gada yg batasi waktu, de el el. All so fun.
Kesendirian akan lebih terasa menyedihkan waktu kita kena sakit, persis seperti yg aku alami beberapa waktu yang lalu. Mau makan masak sendiri, mau minum yg manis bikin sendiri, badan pegel kusuk sendiri, mau berobat pegi sendiri. sedih... sedih.. sedih...  "harus mandiri" itu paswordnya biar tetap semangat. Syukur Alhamdulillah Allah itu selalu baik sama semua makhluknya, Dia selalu kasi jalan pada setiap masalah yang kuhadapi.
Katanya menikah itu membawa banyak berkah, rezeki yang melimpah, hidup yang bahagia, lebih dihargai orang lain, terjaga dari perbuatan-perbuatan yang ga baik. dan  banyak lagi lainnya. Benar kah... Beberapa orang dekat justru malah menderita setelah menikah, heheehe... tapi bukan ini alasan ku buat menunda untuk menikah terlalu lama. yang pasti pengalaman beberapa orang dekat ini jadi pembelajaran untukku. Beberapa pelajaran yg bisa diambil adalah teliti dulu siapa pasanganku, Gimana latarbelakang keluarganya,ga harus dari keluarga yang kaya tapi baik karena aku bukan hanya akan menikahinya tapi juga keluarganya kelak. Bagaimana sifat dan tingkah lakunya, ga harus ganteng, yang penting berakhlak dan sholat. Penyayang, mapan, minimal kuat gawe jangan sampe nanti awak juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Kriteria yang standartlah.
Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. ini janji Allah yang selalu ku tunggu. Pastinya aku juga harus selalu menjaga diri untuk selalu berbuat baik, berakhlakul karimah. Walau  menjadi wanita yang baik ga gampang apalagi dengan imanku yang selalu turun naik.
Siapa ya Allah.... Pertanyaan ini  pasti akan selalu ada. sampai  jawabannya tiba nanti aku harus selalu istiqomah, banyak berdo'a dan berusaha. Please give me the best ya Allah, Im Count on You. :).


Minggu, 15 Desember 2013

Kelasku, 3 MI.

Ga terasa sudah hampir setengah tahun aku mengajar di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Halim. Tepatnya  adalah tanggal 21 Desember 2013 nanti adalah akhir semester pertama untuk tahun ajaran 2013-2014. 
       Selama hampir 10 tahun mengajar, ini adalah kelas paling luar biasa yang pernah ku didik. Banyak suka duka yang ku dapat dari kelas ini, tertawa, emosi, nyengir, diam seribu bahasa, dan banyak hal kecuali menangis sering ku alami di kelas ini. Mungkin karena tingkat umur yang berbeda sebagai penyebab atau ada faktor lain, ini yang harus ku cari tau. Aku harus bersyukur dengan siswa siswi ku yang berbeda dari sebelumnya ini, karenanya  jadi bisa belajar lagi. belajar tentang sesuatu yg berbeda. Mempelajari tentang hal hal yang berhubungan dengan  mereka, mulai dari mempelajari tingkah laku mereka, cara mengatasinya, mencari metode dan strategi-strategi ampuh untuk mengendalikan mereka di kelas, paling tidak sedikit ilmu psikologi seharusnya ku kuasi. Yang paling penting adalah ku sadar dengan cara mengajarku yang salah selama ini.
Masih banyak kekurangan ku dalam mendidik mereka, beberapa hal yang ku pelajari dari caraku yang ku sadari salah selama ini adalah pengelolaan kelas yang belum maksimal, ku belum bisa memahami siswaku sendiri, jadi lebih otoriter di kelas sehingga memicu perilaku buruk mereka  dengan cara mencari perhatian. Memaksa mereka untuk diam tidak grasah grusuh ketika belajar, dengan menggunakan metode lama waktu ku sekolah dulu melipat tangan dengan 5 hitungan. J pada hal bukan diam itu yang jadi patokan berhasil tidaknya pembelajaran yang sudah ku beri. Ku berhasil ketika siswa siswi ku bergerak karena berusaha memahami pelajaranku atau justru mungkin berusaha untuk mengimplementasikan pelajaran karena mereka sudah memahami pelajaran yang sudah ku beri.
Namun  nilai-nilai di rumah, orang tua, dan lingkungan sekitar  juga sangat besar kemungkinannya menjadi  penyebab keluar biasaan mereka. Sebagai salah satu contohnya adalah perkataan- perkataan kotor dan kasar yang kadang keluar dari bibir mereka yang mustahil didapat di sekolah karena sekolah melarang keras menggunakan kata-kata itu, dan yang pasti para guru tidak mgkin mengajarkan kata-kata ini.
Apapun faktor yang melatar belakangi tingkah laku buruk mereka, ini harus di tindak lanjuti untuk mencegahnya menyebabkan masalah semakin besar. Solusi yang di berikan Evertson dan Emmer (1982) ini mungkin akan sedikit membantuku :
1.    Guru seharusnya menyuruh siswa untuk menghentikan perilaku tidak pantasnya. Guru mempertahankan kontak dengan siswa tersebut sampai perilakunya menghilang.
2.    Guru seharusnya melakukan kontak mata dengan siswa tersebut sampai perilaku baiknya kembali.
3.    Guru perlu mengingatkan siswa tersebut tentang perilaku yang semestinya dilakukan.
4.    Guru mungkin perlu memerintahkan siswa tersebut untuk menjelaskan apa yang dimaksud perilaku yang benar kepada dirinya sendiri. Bila ia memang tidak mengerti, ia seharusnya diberi umpan balik.
5.    Guru perlu memberikan hukuman atas pelanggaran aturan. Ini biasanya berua menerapkan prosedur yang sudah ditetapkan sampai aturan itu dilaksanakan dengan benar. Tetapi bila murid memahami aturan itu lalu sengaja melanggarnya, guru dapat menggunakan bentuk hukuman ringan tertentu, misalnya dengan tidak memberikan privilege (hak istimewa).
6.    Membuat variasi kegiatan, misalnya dengan pindah dari seatwork ke pengajaran interaktif atau melanjutkan dengan topic lain, dapat mengembalikan focus mereka pada pelajaran.
Model lain untuk menangani perilaku buruk adalah model LEAST, untuk menangani “perusuh” :
1.    Leave it alone (Biarkan saja)
Bila perilaku itu tidak semakin buruk, jangan ambil tindakan apa-apa.
2.    End the action indirectly (Hentikan tingkah lakunya secara tidak langsung)
Ini dapat dilakukan dengan mendistraksinya dari perilaku buruk itu dengan memberinya pekerjaan lain.
3.    Attend more fully (Berikan perhatian lebih)
Guru seharusnya berusaha mengenal siswa-siswanya, sehingga mereka dapat melihat jantung permasalahannya. Ini akan membantu guru untuk memutuskan apa yang akan dilakukan.
4.    Spell out directions (Berikah pengarahan kata demi kata)
Ingatkan siswa tersebut tentang apa yang seharusnya dilakukannya dan bila perlu peringatkan dia tentang konsekuensi bila tidak menuruti pengarahan guru.
5.    Track the behavior (Lacak perilaku itu)
 Pantas untuk di coba, semoga berhasil bikin anak-anakku luar biasa baik budinya. J

Karena ini tentang kelasku rasanya ga afdhol kalau ga memperkenalkan pemeran-pemerannya:




Nama:  Cindi Deswinta Putri

Deskripsi:  Selain manis, cindi juga gadis yang pintar. ga sulit memberi pelajaran ke gadis ini. Cindi adalah juara di kelas ini.




Nama:  Vicri

Deskripsi:  Paling luar biasa baik budinya, keras, sulit di atur, tapi        sebenarnya anaknya penurut kalau kita tau caranya. Dia adalah Projek terbesarku.




Nama : Ilham Dwi Cahya

Deskripsi:  Paling silit klau di perintah. “Males” adalah kata ajiannya. Alhamdulillahnya selalu menyelesaikan PR.







Nama : Arsya Amalia Zahra

Deskripsi : Manja, pintar, gampang tertawa,  Paling bagus bacaan sholatnya.








Nama : Muhammad Arif Fatahillah

Deskripsi : Cowok paling kalem di kelas, pintar, ga kan beranjak dari bangkunya selama jam pelajaran selain karena di butuhka.





Nama : Melati Norist

Deskripsi : Suaranya paling keras, Paling cepat memberikan bantuan kalau aku bilang "pusing", senang menulis sepucuk surat yang katanya untuk gurunya tercinta. Baca namanya jadi ingat Chuck Noris :)




That's it, There they are. My beloved Students. And many more...!!!!!

Senin, 18 November 2013

Adhiya Chalisha

15 Agustus 2013 kau terlahir kedunia, sebagai karunia dan kebahagiaan terbesar untuk kedua orang tuamu dan aku nak serta seluruh keluarga besarmu. Sosokmu yang begitu lucu, imut dan senyuman yang kau lontarkan ketika kau memandang setiap orang didepanmu sungguh sangat menggemaskan. Semoga senyuman mu ini menjadi pertanda bahwa kau akan menjadi seorang anak yang ramah dan perduli dengan sekitarmu kelak.

Adhiya Chalisha, nama yang indah nak. nama yang di berikan abi untuk mu. Nama yg mempunyai makna sebagai do'a dan harapan kedua orang tuamu untuk mu. Adhiya adalah "cahaya", cahaya hidup kedua orang tuamu, yang berharap semoga kau bercahaya terang kelak dan cahaya itu bermanfaat untukmu, orang tuamu dan orang orang di sekitarmu.
Chalisha bermakna "ikhlas". harapan kedua orang tuamu agar kau menjadi seorang wanita yang selalu ikhlas dalam keadaan apapun dan dalam melakukan apapun, semoga dengannya hidupmu menjadi tenang, tentram dan bahagia.

Begitu banyak do'a dan harapan yang aku untaikan untukmu nak. semoga kau menjadi anak yang sholehah adalah yang paling utama dari semua, berilmu tinggi, berakhlak mulia, berkah dalam umur dan rezeki, rahmat dan kesehatan selalu diberikan Allah untuk mu. Harapan dan do'a ini juga ku untaikan untuk kedua orang tuamu, kak jiya, kak shila, kak akla, buya dan bunda serta semua orang-orang yang menyayangimu. Semoga Allah mengabulkan Do'a dan harapan- harapan ini.  Aamiin.

 Medan, 18 Nopember 2013

yang selalu menyayangimu

 WANDA 


Sabtu, 16 November 2013

Indahnya Masa kecil




Memandangi anak-anak dengan pola tingkah mereka yg berbeda, keceriaan mereka sejenak sebagai pelipur lara. Terpikir 'inilah aku dahulu' lepas tanpa beban. Tp semua tau waktu terus berputar, harus ku ikuti terus rotasinya. Kadang ketika rasa kaki letih, ingin sejenak berhenti namun ketika itu trjadi terombang ambing adalah pilihan. Ku Harus terus berjalan dengan sebuah pegangan hingga putaran waktuku berhenti. Semoga suatu saat pemberhentian terakhirku itu 'indah'.

Jumat, 15 November 2013

Kebahagiaan Keluargaku

Kebahagiaan Keluargaku

13 Juni 2012 pukul 23:39

Kenapa hidup harus memikirkan orang lain..? Kadang2 pertanyaan ini selalu timbul di benakku ketika pikiran ku di sibukkan dengan keadaan2 keluarga dan sanak saudara ku yang tidak begitu baik. Kalau saja diri ku bisa sedikit egois, tp ga bisa..!!. Mereka ibarat kulit ku, ketika mrk menderita ku rasakan sakit seperti tersayat. Ingin ku kerahkan seluruh daya ku untuk membantu, tapi tak mampu. Menangis jadi pelega ku, berdoa jd semangat ku. Dalam ke tak berdayaan ku ini hanya Allahlah sebagai pelipur laraku, semakin ku dekat semakin kuat jiwa ku. Aku percaya allah sudah mengatur semua dan sudah menyiapkan penyelesaian nya. Ya allah berilah kebahagian hidup dunia dan akhirat buat keluarga dan seluruh sanak saudaraku. Kebahagiaan mereka melebihi kenikmatan apapun buatku. Kabulkan semua keinginan mereka ya allah. Ketika ku terbangun esok pagi berilah aku kbr baik dan nyenyakkanlah tidur ku esok malam begitu juga dengan mereka. Amin.

Senin, 11 November 2013

AAaaaaakhhhhhhh.........

Ya Allah jika bisa aku berteriak malam ini, ingin rasanya ku keluarkan semua kecemasan ini. Kekhawatiran ini benar benar menyiksaku. APA ya allah, tunjukkan penyebab kekhawatiran ini agar bisa ku cari obat penawarnya..? selalu berusah menepis kecemasan ini dengan menyebut asmaMu, memujiMu. Lenyap... untuk kemudian timbul kembali. Sedikit airmata tak cukup meredakan ya Allah, berikan hamba banyak air mata ya Allah agar ringan perasaan ini. mengapa tak bisa hatiku seperti besi, yang semakin di tempa semakin kuat? beribu kali kecemasan menerpa, beribu kali pula dindingnya retak. seharusnya aku kuat sekarang, tapi kurasakan semakin lemah. Papa... inilah rasa itu pa, yang pernah kau rasa dulu. kecamasan yang tak berdasar dan berkelanjutan, yang selalu ku jawab dengan kata "cuma perasaan papa aja itu" ketika kau berusaha mencari sedikit  ketenangan dengan berbagi denganku. Baru lelan sadari pa, ternyata kata kata itu belum cukup membuat hati tenang. Maafkan lelan pa..... dulu kita berdua, sekarang lelan harus berbagi dengan siapa?