Total Tayangan Halaman

Senin, 17 Agustus 2015

Tugas Arfi #catatanharian#myproject#



Untuk tahun berikutnya  aku menjadi wali kelas di kelas 3 Madarasah Ibtidaiyah untuk tahun 2015-2016. Penilaian pertama yang ku lihat anak-anaknya baik budi, ramah, pinter-pinter walau agak sedikit ngerumpi kata pak Muslim alias suka ngomong. Kadang kadang memang sulit di kontrol, susah mengkondusifkan mereka di hal yang satu ini.

kelas ini memiliki 27 siswa, dengan karakteristik masing masing. Beberapa anak yang paling menonjol dikelas dan jadi pusat perhatianku adalah JOY & OJI (ketua kelas) mereka aktif , jd jagoan kelas suka jail tapi alhamdulillah masih bisa diarahkan. ABDUL & BAGUS, baik budi, pinter, pendiam, ga pernah beranjak dari bangku kalau ga punya kepentingan, kurang percaya diri bahkan cuma sekedar nanya hari libur doank ke gurunya. FANI, gadis cantik dan pinter, pendiam, bergaul hanya dengan beberapa teman yang dianggap paling cocok, mau nya selalu di turuti terkesan agak sedikit memaksa, efeknya beberapa teman kurang resfect ke dia. RIANTY(sekertaris kelas) manja, tomboy, cerewet, dan pinter. Dan terakhir ARFI, anaknya istimewa. Anak yang terakhir ini bakal jadi big project untukku selama satu tahun ini.

Nama lengkap nya Arfi Farros, memiliki keistimewaan tersendiri. Berbeda dari yg lain, suka menjerit, dan menangis berlebihan hanya karena di sentuh salah satu bagian tubuhnya. Tidak bisa mengikuti pelajaran sama sekali kalau gurunya ga fokus bimbing di sampingnya. Alhamdulillah sudah bisa baca dan menulis, tapi kurang dalam berhitung. Sejauh ini, cuma beberapa hal ini yg masih terlihat. Masih harus banyak baca ttg psikologi untuk bisa tau keistimewaan apa yang terjadi pada arfi.

Selasa, 11Agustus 2015. Hari yang biasa tapi sesuatu yang menurutku hal yang luar biasa terjadi. Hari itu  pelajaran matematika dengan materi penjumlahan cara berhitung pendek. Materi pun ku ajarkan, Setelah semua anak ku anggap faham kecuali arfi tentunya, mereka ku berikan tugas latihan termasuk Arfi. "Ga pande", celetuk arfi tiba tiba, jawaban ku "tulis dulu nak soal yang di papan tulis".  Dan Biasanya dia selalu melakukan perintahku. Waktu pengumpulan tugaspun tiba, semua siswa kedepan menyerahkan tugas masing masing termasuk Arfi.  " ini upin ipin" kata Arfi. Kalimat ini sontak bikin penasaran. Senyuman bangga ku berikan sebagai penghargaan buat arfi atas usaha nya walau bukan yg aku harapkan. Sementara buku buku teman temannya bertuliskan angka angka, dibuku arfi justru tertulis lebih dr 20 nama nama tokoh tokoh kartun yang di senanginya :). Kejadian ini menantangku untuk melakukan sesuatu dan insaallah di jadikan goal akhir tahun ajaran ini nanti. Arfi harus sudah tertarik terhadap angka akhir tahun ini. Insaallah. Semoga selalu di limpahkan kesehatan. Aamiin. SEMANGAT SAIIA..!!
                             
                                 Tugas Arfi                                                                          

Selasa, 18 agustus 2015. Pengamatan pertama terhadap Arfi. Sedikit membaca literatur ttg satu jenis masalah yang diderita anak anak berkebutuhan khusus yaitu Autis. Kemudian dijadikan referensi untuk mengetahui masalah yang terjadi pada Arfi.

Istilah Autis berasal dari kata Autos yg berarti diri sendiri dan Isme yang berarti faham. Ini berarti bahwa Autisme memiliki makna keadaan yg menyebabkan anak anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri. Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang di tandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indrawi, pola bermain dan prilaku emosi.

Sebagian orang menduga bahwa penyebab autis anak adalah karena,a cacat genetika, sebagian peneliti sepakat bahwa ada banyak penyebab autis, salah satunya adalah karena pengaruh vaksin yang mengandung thimerosal zat pengawet yang di gunakan dalam berbagai vaksin.

Ada beberapa indikator prilaku autis yang kemudian aku cocokkan dengan keadaan arfi.
Dilihat dari bahasa/komunikasinya:
1. Ekspresi wajah yang datar
2. Tidak menggunakan bahasa isyarat tubuh
3. Jarang memulai komunikasi
4. Tidak meniru aksi atau suara
5. Bicara sedikit atau tidak ada atau mungkin cukup verbal.
6. Mengulangi atau meniru kata kata, kalimat kalimat atau nyanyian
7. Intonasi/ritme vokal yang aneh
8 tampak tidak mengerti arti kata
9. Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas/harfiah.

Hampir keseluruhan ciri ciri diatas dialami arfi kecuali pada no 8, karena ketika ku berikan beberapa pertanyaan Arfi mampu memahami kalimatnya dan menjawab  walaupun salah.
misalnya: " lampu merah dijalan warnanya apa arfi?" Jawaban Arfi " merah, hijau dan krim".
Arfi juga bisa menyebutkan dan menunjukkan warna warna dengan baik dan jelas.

Ciri ciri lain dari anak Autis adalah menyukai bagian bagian benda tertentu. Pada Arfi, aku tidak melihat ada tindakan tindakan yang menjuru ke ciri yang satu ini di sekolah, tapi  . Ketika kuberikan satu pertanyaan tadi, tidak disangka jawabannya seperti mengindikasi kesana. "Coba Arfi sebutkan permainan-permainan yang Arfi suka dirumah?" Jawaban Arfi " kejar kejaran, kursi digeser, meja diangkat, kamar mandi".

Ciri ciri dari segi fisik:
1. Bibir yang cenderung lebih lebar
2  Area diantara bibir atas dan juga hidung lebih lebar
3. Jarak horizontal yang lebar yang terjadi diantara kedua mata
4. Bagian tengah wajah anak yang biasanya terlihat lebih sempit terutama di daerah hidung Serta pipi.
semua ciri ciri ini persis dengan Arfi.

Sabtu, 23 Agustus 2015. Pelajaran pertama untuk hari ini, Arfi ikuti dengan baik. Ditulis dengan rapi walau jawabannya belum sempurna. Sampai pelajaran kedua masuk, Arfi kelihatan kurang antusias bahkan saat kutuntun sekalipun. Terlihat kelelahan dari wajah dan geliat tubuh nya. Ku tanya "Arfi capek..?" Jawabnya "ya". Segera ku perintahkan Arfi untuk memasukkan bukunya kembali kedalam tas. Ku yakin Arfi takkan bohong dan Tak perlu rasanya aku memaksanya,  karena takkan ada manfaat nya. Dari  sini aku memahani bahwa Arfi tidak mampu di jejali dengan begitu banyak pelajaran yang justru membuat nya Gagal di semua pelajaran. cukup Satu pelajaran setiap hari tapi mampu di selesaikannya walau tak sempurna nilainya. Semoga besok lebih baik ya nak.


Minggu, 16 Agustus 2015

Woi... ngerti napa.

Ini sudah hari yang kesekian lo, masak gada ngertinya sama sekali. Kepengen maki rasanya, sambil teriak , " Woi... ngerti napa. Kalo aku pengen di perlakukan seperti dia". "woi.. ngerti napa. Cek pesan gi. Siapa yg suka mulai pesan duluan, siapa yg suka ngegombal". Mengertilah bahwa keagresifan ku punya batas. Sampai ku rasa seperti wanita murahan yg tak punya harga diri sampai disitulah aku berhenti.

Keegoanku ku bunuh karena sesuatu yg masuk dr telingaku menembus otakku tentang dirimu. Menempelkan harapan besar dibenak dan hatiku. Kupanjatkan doa yang tak berbatas atas dirimu. Semua pupus karena ke putus asaan. seketika muncul benci yg menggunung mengganjal di hati menembus dada. Berulang... walau kemudian luluh kembali karena rasa itu. Tp sampai kapan...

Terlalu penat rasanya terus memperhatikan, menyaksikan film yg di putar berulang ulang. Kurasa saat nya menyerah dan berikan hati untuk yang lain. Yang bisa mengerti dan menghargai. Semoga berjalan baik kali ini.

Allah, bantu aku untuk melupakan dan menepati janji untuk tak merendahkan diriku lagi. Karena aku adalah wanita. Tidak ada satupun yg bisa bahkan demi umur sekalipun.

Untuk yang di hati semoga berkumpul dengan pujaan hatimu :)

Senin, 01 Juni 2015

Rindu Papa



Rindu Papa.
Jika saja waktu itu dapat kembali berputar, ku mau sekali saja papa bilang "lelan dimana, papa sunyi sendiri", agar dapat  bergegas ku pulang dan menemani papa segera.

Jika saja waktu itu dapat kembali berputar ku mau dengar sekali saja papa bilang "badan papa sakit lel", agar  dapat ku urut badanmu pa.

Jika saja waktu itu dapat kembali berputar ku ingin lihat papa tertawa ketika nonton kontest dangdut di tv agar dapat sekali saja kutertawa bersamamu pa.

Jika saja waktu itu dapat kembali berputar ku ingin lihat papa menangis ketika nonton adegan sedih di tv, agar dapat sekali lagi kumenangis bersamamu pa.

Jika saja waktu dapat kembali berputar kuingin sekali lagi denger papa bilang "papa takut lel", agar dapat sekali lagi ku angkat bantalku dan tidur dipintu kamarmu pa.

Jika waktu dapat kembali berputar kuingin sekali lagi dengar papa bilang "bangun lel waktunya sahur", agar segera ku banguñ dan masak semua yang kau mau pa.

Dan jika waktu dapat kembali berputar, biarkan papa berkata  "apa bukaan kita hari ini lel", agar bisa sekali lagi kusiapkan semua bukaan yang papa mau.

Rindu wajahmu pa...
rindu semua tentang papa.
segala yang ku anggap menyenangkan, menyulitkan dan memberatkan dulu jadi begitu berharga dan begitu kuinginkan untuk terjadi lagi pa.

Denganmu dan tanpamu menjadi begitu berbeda.
setelah tiada baru terasa, ini membuatku belajar untuk menghargai yang ada sebelum ianya tiada.

Sebentar lagi ramadhan pa...
ramadhan ke lima tanpa papa.
semoga papa tenang disana di samping umi. Dan tersenyum melihat anak anak kalian disini.

We love you pa. Always.

Allahummaghfirlii waliwalii dayya warhamhumabkama rabbayaani shagiiraa. Aamiin. Alfaatihah.

010615


Minggu, 04 Januari 2015

Catatan Awal Tahun

Hari ini tanggal 4 Januari 2015, hari keempat di bulan pertama di tahun 2015.  Ga banyak harapan di tahun ini, tak perlu ada resolusi yang harus di ciptakan dengan sebuah keterpaksaan. Belajar dari tahun tahun yang lalu, ga banyak yang menjadi kenyataan. Enough to make my self sure  just to stand over Allah's plan. let it flows with water. Ini bukanlah pengakuan atas sebuah keputus asaan tapi lebih kepada kesadaran bahwa diri hanyalah hamba yang tiada daya. Laa haula wa laa quwwata illa billah. tak ada yang tau apa yang akan terjadi pada detik setelah detik ini. Satu hal yang aku yakin pasti, ajal akan datang menjemputku. kapanpun itu, dengan cara apapun itu terasa terus terusan ada dalam pikiran. Jika ternyata ditahun ini engkau datang, datanglah ketika aku telah benar-benar siap dalam amal, ibadah dan ilmu. AAmiin. Ini harapan terbesarku di tahun ini. Dan.... setiap siapapun yang membaca ini mohon maaf atas segala salah. terkhusus buat seluruh keluargaku yang ku sayang. hehehehe... setiap x orang baca ini mudah mudahan dimaafkan. tiap tiap dibaca terhapus sedikit dosa, namanyanya juga usaha, bukan buang tabiat ya.
At home the whole day, finish my duty to my sweethome. Malam terakhir setelah 2 minggu liburan tapi tetep aja ga cukup cukup. rasanya udh capek duluan bayangin aktifitas besok. ga semangat , kurang bergairah, lemah, letih, lesu. masih mau menikmati tempat tidur, dan jalan-jalan lagi utk beberapa waktu kedepan. hehehehe... kayaknya syetannya mulai belai belai awak ini, ngelamun sendiri,  bikin kacau pikiran sendiri. wake up dear.... kontrol hatimu. harus jadi wanita yg cantik, anggun dan menarik yg tak lekang kena panas dan tak lumut kena hujan seperti bidadari dari syurga gitu. sedapppp... Cantik hati ya sayang, that's the essential of beauty, yg lain bukan yg utama.  Rasul bilang di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. klu ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim). AA, Gym bilang " jagalah hati jangan kau kotori" sambil pegangnya tu disini (hati). :) Jadi wanita yang baik itu misi utama, harus terus terusan di ucapkan, di tanam dalam hati biar ga surut semangat untuk misi ini. :)




Kepengen jadi   seorang ibu yg dengan akhlaknya menjadikan tangan tangannya begitu lembut dan memberikan kehangatan dalam mendidik anak anaknya dalam menapaki kehidupan yang benar dan islami, kasih sayang kecintaanya juga begitu menggebu dihadapan suaminya sehingga ia merupakan sosok yang selalu dirindu dan diingat. kepengen jadi wanita yg jika orang lain melihat dan mendengar ucapannya mampu menyejukkan hati, tapi apalah daya awak orang medan, ga di akui klu ngomong ga keras. (Sssstttt.. cuma cari cari alasan doank itu :))
sungguh jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan pakaian sabar, istiqamah,qana’ah, maka insya Allah tempat terpuji akan menuggu kita ,yaitu syurgaNya. Itulah hakikat cantik dalam Islam. Berat cuyyy.... (hahaha jd ingat seseorang yg sring pake kata ini). but still nothing to lose if i  try. Di mulai dari cari cara untuk bikin anak anak ku tetap duduk di tempat duduknya besok. Bismillah... 


Senin, 22 Desember 2014

Jodohku ^_^

Kapan ya Allah......
Yang pasti bukan 10 tahun yang lalu, bukan sekarang, ntah besok, lusa, 5 tahun lagi atau mungkinkah... Sesekali pertanyaan ini suka timbul di benak. Harus banyak-banyak istighfar biar selalu sabar. Allah punya rencananya sendiri untuk hambanya. Sebenarnya Untuk umurku sekarang rasanya sudah jenuh untuk memikirkan tentang ini, hidup sendiri rasanya lebih menyenangkan dengan segala alasannya, bangun jam 10 pagi klu lagi ga tugas gada yg marah, ga masak berbulan-bulan gada yang ngeluh, ga perlu jadi akuntan keluarga untuk bagi-bagi pengeluaran buat sebulan, mau jalan-jalan kapan aja gada yg batasi waktu, de el el. All so fun.
Kesendirian akan lebih terasa menyedihkan waktu kita kena sakit, persis seperti yg aku alami beberapa waktu yang lalu. Mau makan masak sendiri, mau minum yg manis bikin sendiri, badan pegel kusuk sendiri, mau berobat pegi sendiri. sedih... sedih.. sedih...  "harus mandiri" itu paswordnya biar tetap semangat. Syukur Alhamdulillah Allah itu selalu baik sama semua makhluknya, Dia selalu kasi jalan pada setiap masalah yang kuhadapi.
Katanya menikah itu membawa banyak berkah, rezeki yang melimpah, hidup yang bahagia, lebih dihargai orang lain, terjaga dari perbuatan-perbuatan yang ga baik. dan  banyak lagi lainnya. Benar kah... Beberapa orang dekat justru malah menderita setelah menikah, heheehe... tapi bukan ini alasan ku buat menunda untuk menikah terlalu lama. yang pasti pengalaman beberapa orang dekat ini jadi pembelajaran untukku. Beberapa pelajaran yg bisa diambil adalah teliti dulu siapa pasanganku, Gimana latarbelakang keluarganya,ga harus dari keluarga yang kaya tapi baik karena aku bukan hanya akan menikahinya tapi juga keluarganya kelak. Bagaimana sifat dan tingkah lakunya, ga harus ganteng, yang penting berakhlak dan sholat. Penyayang, mapan, minimal kuat gawe jangan sampe nanti awak juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Kriteria yang standartlah.
Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. ini janji Allah yang selalu ku tunggu. Pastinya aku juga harus selalu menjaga diri untuk selalu berbuat baik, berakhlakul karimah. Walau  menjadi wanita yang baik ga gampang apalagi dengan imanku yang selalu turun naik.
Siapa ya Allah.... Pertanyaan ini  pasti akan selalu ada. sampai  jawabannya tiba nanti aku harus selalu istiqomah, banyak berdo'a dan berusaha. Please give me the best ya Allah, Im Count on You. :).


Minggu, 15 Desember 2013

Kelasku, 3 MI.

Ga terasa sudah hampir setengah tahun aku mengajar di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Halim. Tepatnya  adalah tanggal 21 Desember 2013 nanti adalah akhir semester pertama untuk tahun ajaran 2013-2014. 
       Selama hampir 10 tahun mengajar, ini adalah kelas paling luar biasa yang pernah ku didik. Banyak suka duka yang ku dapat dari kelas ini, tertawa, emosi, nyengir, diam seribu bahasa, dan banyak hal kecuali menangis sering ku alami di kelas ini. Mungkin karena tingkat umur yang berbeda sebagai penyebab atau ada faktor lain, ini yang harus ku cari tau. Aku harus bersyukur dengan siswa siswi ku yang berbeda dari sebelumnya ini, karenanya  jadi bisa belajar lagi. belajar tentang sesuatu yg berbeda. Mempelajari tentang hal hal yang berhubungan dengan  mereka, mulai dari mempelajari tingkah laku mereka, cara mengatasinya, mencari metode dan strategi-strategi ampuh untuk mengendalikan mereka di kelas, paling tidak sedikit ilmu psikologi seharusnya ku kuasi. Yang paling penting adalah ku sadar dengan cara mengajarku yang salah selama ini.
Masih banyak kekurangan ku dalam mendidik mereka, beberapa hal yang ku pelajari dari caraku yang ku sadari salah selama ini adalah pengelolaan kelas yang belum maksimal, ku belum bisa memahami siswaku sendiri, jadi lebih otoriter di kelas sehingga memicu perilaku buruk mereka  dengan cara mencari perhatian. Memaksa mereka untuk diam tidak grasah grusuh ketika belajar, dengan menggunakan metode lama waktu ku sekolah dulu melipat tangan dengan 5 hitungan. J pada hal bukan diam itu yang jadi patokan berhasil tidaknya pembelajaran yang sudah ku beri. Ku berhasil ketika siswa siswi ku bergerak karena berusaha memahami pelajaranku atau justru mungkin berusaha untuk mengimplementasikan pelajaran karena mereka sudah memahami pelajaran yang sudah ku beri.
Namun  nilai-nilai di rumah, orang tua, dan lingkungan sekitar  juga sangat besar kemungkinannya menjadi  penyebab keluar biasaan mereka. Sebagai salah satu contohnya adalah perkataan- perkataan kotor dan kasar yang kadang keluar dari bibir mereka yang mustahil didapat di sekolah karena sekolah melarang keras menggunakan kata-kata itu, dan yang pasti para guru tidak mgkin mengajarkan kata-kata ini.
Apapun faktor yang melatar belakangi tingkah laku buruk mereka, ini harus di tindak lanjuti untuk mencegahnya menyebabkan masalah semakin besar. Solusi yang di berikan Evertson dan Emmer (1982) ini mungkin akan sedikit membantuku :
1.    Guru seharusnya menyuruh siswa untuk menghentikan perilaku tidak pantasnya. Guru mempertahankan kontak dengan siswa tersebut sampai perilakunya menghilang.
2.    Guru seharusnya melakukan kontak mata dengan siswa tersebut sampai perilaku baiknya kembali.
3.    Guru perlu mengingatkan siswa tersebut tentang perilaku yang semestinya dilakukan.
4.    Guru mungkin perlu memerintahkan siswa tersebut untuk menjelaskan apa yang dimaksud perilaku yang benar kepada dirinya sendiri. Bila ia memang tidak mengerti, ia seharusnya diberi umpan balik.
5.    Guru perlu memberikan hukuman atas pelanggaran aturan. Ini biasanya berua menerapkan prosedur yang sudah ditetapkan sampai aturan itu dilaksanakan dengan benar. Tetapi bila murid memahami aturan itu lalu sengaja melanggarnya, guru dapat menggunakan bentuk hukuman ringan tertentu, misalnya dengan tidak memberikan privilege (hak istimewa).
6.    Membuat variasi kegiatan, misalnya dengan pindah dari seatwork ke pengajaran interaktif atau melanjutkan dengan topic lain, dapat mengembalikan focus mereka pada pelajaran.
Model lain untuk menangani perilaku buruk adalah model LEAST, untuk menangani “perusuh” :
1.    Leave it alone (Biarkan saja)
Bila perilaku itu tidak semakin buruk, jangan ambil tindakan apa-apa.
2.    End the action indirectly (Hentikan tingkah lakunya secara tidak langsung)
Ini dapat dilakukan dengan mendistraksinya dari perilaku buruk itu dengan memberinya pekerjaan lain.
3.    Attend more fully (Berikan perhatian lebih)
Guru seharusnya berusaha mengenal siswa-siswanya, sehingga mereka dapat melihat jantung permasalahannya. Ini akan membantu guru untuk memutuskan apa yang akan dilakukan.
4.    Spell out directions (Berikah pengarahan kata demi kata)
Ingatkan siswa tersebut tentang apa yang seharusnya dilakukannya dan bila perlu peringatkan dia tentang konsekuensi bila tidak menuruti pengarahan guru.
5.    Track the behavior (Lacak perilaku itu)
 Pantas untuk di coba, semoga berhasil bikin anak-anakku luar biasa baik budinya. J

Karena ini tentang kelasku rasanya ga afdhol kalau ga memperkenalkan pemeran-pemerannya:




Nama:  Cindi Deswinta Putri

Deskripsi:  Selain manis, cindi juga gadis yang pintar. ga sulit memberi pelajaran ke gadis ini. Cindi adalah juara di kelas ini.




Nama:  Vicri

Deskripsi:  Paling luar biasa baik budinya, keras, sulit di atur, tapi        sebenarnya anaknya penurut kalau kita tau caranya. Dia adalah Projek terbesarku.




Nama : Ilham Dwi Cahya

Deskripsi:  Paling silit klau di perintah. “Males” adalah kata ajiannya. Alhamdulillahnya selalu menyelesaikan PR.







Nama : Arsya Amalia Zahra

Deskripsi : Manja, pintar, gampang tertawa,  Paling bagus bacaan sholatnya.








Nama : Muhammad Arif Fatahillah

Deskripsi : Cowok paling kalem di kelas, pintar, ga kan beranjak dari bangkunya selama jam pelajaran selain karena di butuhka.





Nama : Melati Norist

Deskripsi : Suaranya paling keras, Paling cepat memberikan bantuan kalau aku bilang "pusing", senang menulis sepucuk surat yang katanya untuk gurunya tercinta. Baca namanya jadi ingat Chuck Noris :)




That's it, There they are. My beloved Students. And many more...!!!!!

Senin, 18 November 2013

Adhiya Chalisha

15 Agustus 2013 kau terlahir kedunia, sebagai karunia dan kebahagiaan terbesar untuk kedua orang tuamu dan aku nak serta seluruh keluarga besarmu. Sosokmu yang begitu lucu, imut dan senyuman yang kau lontarkan ketika kau memandang setiap orang didepanmu sungguh sangat menggemaskan. Semoga senyuman mu ini menjadi pertanda bahwa kau akan menjadi seorang anak yang ramah dan perduli dengan sekitarmu kelak.

Adhiya Chalisha, nama yang indah nak. nama yang di berikan abi untuk mu. Nama yg mempunyai makna sebagai do'a dan harapan kedua orang tuamu untuk mu. Adhiya adalah "cahaya", cahaya hidup kedua orang tuamu, yang berharap semoga kau bercahaya terang kelak dan cahaya itu bermanfaat untukmu, orang tuamu dan orang orang di sekitarmu.
Chalisha bermakna "ikhlas". harapan kedua orang tuamu agar kau menjadi seorang wanita yang selalu ikhlas dalam keadaan apapun dan dalam melakukan apapun, semoga dengannya hidupmu menjadi tenang, tentram dan bahagia.

Begitu banyak do'a dan harapan yang aku untaikan untukmu nak. semoga kau menjadi anak yang sholehah adalah yang paling utama dari semua, berilmu tinggi, berakhlak mulia, berkah dalam umur dan rezeki, rahmat dan kesehatan selalu diberikan Allah untuk mu. Harapan dan do'a ini juga ku untaikan untuk kedua orang tuamu, kak jiya, kak shila, kak akla, buya dan bunda serta semua orang-orang yang menyayangimu. Semoga Allah mengabulkan Do'a dan harapan- harapan ini.  Aamiin.

 Medan, 18 Nopember 2013

yang selalu menyayangimu

 WANDA