Total Tayangan Halaman
Jumat, 01 Juli 2016
Bahwa Diri
Pengalaman mengajarkan :
Bahwa merasa paling benar tak membuat perasaan jadi lebih baik, sadari dan koreksi diri.
Bahwa meminta maaf tidak hanya dilakukan si salah, terkadang yang benar jg perlu melakukannya, agar indah dunia ini.
Bahawa keras kepala dan dendam tak akan membuat hidup tenang kecuali kegelisahan dan penyakit.
Bahwa mulut besar hanya akan membawamu kepada kehancuran karena mulutmu harimaumu.
Bahwa seorang pemimpin tak mempunyai hak untuk melakukan apapun meskipun itu untuk kebaikan tempat yang dipimpin karena jabatan pimpinan hanya sebuah simbol.
Bahwa menjadi seorang pengadil haruslah bisa memposisikan diri dikedua belah pihak dan mampu merasakan apa yang terjadi pada kedua pihak disetiap detiknya karena jika tidak suaramu akan condong pada satu pihak.
Bahwa jika tak sanggup dan merasa mengambil tindakan malah akan menambah kekacauan maka lebih baik diam meskiipun atapmu akan roboh.
Bahwa terkadang kata " mampus situ" terdengar lebih menenangkan hati.
Bahwa sebuah usaha yang tidak membuahkan hasil akan lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali.
Bahwa duduk sendiri adalah lebih baik dari berkumpul karena diri adalah manusia dengan nafsu ghibah seperti sesuatu yang nikmat.
Bahwa kesombongan akan menjatuhkan diri sendiri.
Bahwa diam adalah yang terbaik karena betapapun diri coba menjelaskan akan bertambah buruk.
Bahwa yang membersihkan diri dan yang mengadu domba akan selalu ada, tanpa berfikir bahwa satu kesalahan saja sudah lebih dari cukup.
Bahwa diri sendiripun tak bisa dipercaya apatah lagi orang lain, maka berhati hatilah, belajar dan jangan ulangi lagi.
Bahwa urusanmu adalah punyamu dan urusan orang lain bukan hakmu, meskipun diri seorang pemimpin. Diamlah walau atapmu akan roboh karena betapapun diri menahan atapnya maka langit yang akan roboh menimpa diri.
Bahwa setiap kata-kata bijak dan nasehat hanya pantas untuk diri sendiri.
Dan bahwa ketika seseorang semakin dewasa dia menulis dengan tinta bukan dengan pensil sehingga dia mampu belajar bahwa menghapus kesalahan bukan hal yang mudah.
Untukmu diriku, menjadi lebih baik belajarlah dari pengalaman.
Minggu, 08 Mei 2016
Ini aku, bukan salah umurku.
Minggu, 08 Mei 2016. Tak usahlah kukatakan tepatnnya umur ku sekarang karena jika kau perduli kau akan cari tau sendiri. Dan jika kau tau pasti kau akan berkata bahwa aku tak Muda lagi. Lalu ketika kau lihat aku bersenang-senang dengan mereka yang lebih muda kau akan berkata bahwa aku "lupa dengan umurku" seolah tak pantas untuk itu, sekali, dua kali, tiga kali dan aku yakin akan ada yang berikutnya.
Aku coba memahami perlakuanmu karena positif nya itu pasti karena kau menyayangiku. tapi pernahkah kau berfikir bahwa ini aku bukan salah umurku. Karena hitam tak harus selalu berpasangan dengan yang hitam.
Benar bahwa aku sayang keluargaku, adik-adikku, keponakan keponakanku. Mereka adalah hidupku. Katakan padaku jika ini salah dan tak pantas dengan umurku.
Benar bahwa aku bermain dan bergurau dengan murid-muridku. Katakan jika ini salah.
Benar bahwa kesenanganku adalah selalu jalan- jalan kemana saja setiap ada waktu dan kesempatan, katakan jika umurku tak pantas untuk ini.
Benar bahwa aku suka berfoto ria bersama mereka yang muda-muda kapan saja dan dimana saja. Katakan jika ini tak pantas untuk umurku atau mungkin karena sesuatu yang mengganggumu.
Benar bahwa aku senang mengupload semua foto-fotoku ke sosial media, katakan padaku jika itu mengganggumu.
Benar bahwa aku senang menggonta ganti foto profil dan statusku. Katakan jika itu membuatmu muntah.
Apa yang salah dengan semua itu...?? Cobalah posisikan dirimu di posisiku. Kau dan aku berbeda, aku satu dan kau banyak. Aku lakukan semuanya sendiri dan kau bersama seluruh darah-darahmu. Aku punya banyak waktu untuk itu semua dan kau tidak. Aku membutuhkan itu semua karena sendiri itu tak selalu nya mudah.
Tapi jangan pernah hubungkan itu semua sebagai penyebab kesendirianku. Aku tak pernah lupa bahwa aku sendiri. Kau bukan tuhan yang bisa mengatakan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas ku adalah penyebab ke sendirian ku. Karena aku yakin ada sesuatu yang baik dibalik ini semua.
Jika berdiam diri dan tak melakukan apa apa kau anggab dapat merubah nasibku dan membuatmu senang, sebaik nya jangan berharap itu sekarang. Semua ada waktunya. Dan sampai waktunya tiba, aku akan terus lakukan itu. Karena Itu caraku untuk menikmati ke sendirian ku.
Untukmu yang perduli, terimakasih kasih.
Selasa, 03 Mei 2016
Diam
Dia diam..
Dia indah..
Tak perlulah dia teriak.
Karena tanpa teriakpun semua datang.. Karena tanpa teriakpun semua tau..
Bahwa dia indah.
Aku teriak..
Semua lihat..
Namun tak satupun yang datang..
Karena teriakku adalah sebuah kebodohan
Yang kupikir indah padahal mengerikan.
Aku diam..
Bisakah..
Beribu kali terucap..
Beribu kali terulang..
Hai aku..
Jadilah Dia. -01.50/030516-
Senin, 14 September 2015
Me Time. Maulah..!
kembali lagi, bahwa kenyataannya keadaan sehari hariku selalu berada di antara orang orang yang luar biasa sebagiannya lagi orang orang yang di luar kebiasaan . Kebayang gak tu woii.. kalau belum bilang ya. Tuiing...#$@^&
Me time ini biasanya dilakukan oleh orang orang yang baru putus cinta atau pasangan suami istri yang memang sedang membutuhkan kesendirian. Nah loh.. ini satupun sama sekali ga mewakili diriku, pacaran enggak merid apalagi. Terus kenapa aku butuh me time..? Kata kuncinya adalah "GURU". Dari senin sampai sabtu, sebulan sekali kadang minggu juga terpakai buat menghadapi anak anak yang amazing, fantastic, luar biasa sifat dan tingkah lakunya. Ada suka, ada duka dan banyak kesabaran buat menghadapi mereka. Kadang tertawa tapi lebih banyak seriusnya. Bayangkan seberapa berat saraf saraf di seluruh tubuh dan kepala harus bekerja untuk itu belum lagi wajah harus mengalami penuaan dini sebelum waktunya. Uhuii... padahal emang dah tuir. :) tapi serius lo, guru memang sangat membutuhkan me time apalagi buat mereka yang sudah berkeluarga.
Beberapa pakar telah membuktikan manfaat menikmati waktu sendirian ini:
Menurut Abby Rodman. Seorang pakar hubungan dan psikoterapis, bahwa belajar bersyukur dengan diri sendiri adalah sebuah hal yang penuh dengan kekuatan positif. Saking positifnya kekuatan ini dapat membantu anda melalui berbagai masalah hidup, misalnya putus cinta.
lupakan misal yang diberikan oleh Abby Rodman diatas karena aku tidak sedang jatuh cinta justru aku harus bisa bersyukur dengan kesendirianku sekarang karena hikmahnya adalah aku bisa lebih fokus dan maksimal dalam menyayangi dan membantu adik adikku dan keluarganya. Juga bisa lebih fokus mengajar dan memberikan waktu buat anak didikku. Ini ga akan bisa terjadi secara maksimal jika aku sudah berkeluarga.
Kim Hollingdale, psikoterapis dan pemilik Head First counseling di los angeles, Amerika Serikat menyatakan, salah satu terapi yang sering diberikannya pada klien adalah kencan dengan diri sendiri. "Ketika kita sendiri menyingkir untuk memiliki waktu tenang agar dapat menjadi diri sendiri meskipun dalam waktu yang amat singkat, kita akan belajar tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang sebenarnya kita rasakan dan apa yang kita inginkan" jelas Hollingdale.
Senyum baca pendapat di atas karena memang sampai sekarangpun aku ga tau tepatnya apa yang mau kucapai dalam hidup ini. Jalan nya datar bahkan seperti jalan di tempat. Kira kira aku ingin apa ya...? Hmm.. nantilah dipikirkan lagi. (jadi ingat si Fauziah Nur):)
Sedangkan menurut dr. Donna Stoneham, penulis buku The thriver's edge: seven keys to transform the way you live, love and lead, berjalan perlahan dalam menjalani hidup sebetulnya dapat membantu anda untuk menapaki masa depan. Andapun dapat mengetahui batasan batasan diri sendiri dalam hidup sehingga tidak terkesan terburu buru atau ambisius.
Mengingat usiaku sekarang, masih pantas di bilang perlahankah atau malah justru terlalu lambat... But dont worry, be positif just like my best friend Lia Prastianty said "nikmati masa kesendirian kakak selagi masih bisa". I will dear no sad, no tear.
Hampir setiap hariku hanya diisi untuk melakukan sesuatu buat orang lain, alhamdulillah semoga menjadi ibadah. Aamiin. Otak bekerja terlalu keras sering kali merasa stress, rambut rontok, makan terganggu, tidur susah sulit istirahat, khawatir kesehatanpun menjadi menurun. Kayaknya melakukan me time ini memang harus segera dilakukan. Demi kesehatan.
Breathnach (2008) bilang untuk dapat menjalani hidup secara sederhana kita perlu melepaskan hal hal yang kurang penting bagi kesehatan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis.
Can I..? Mengingat aku orang yang tergolong memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan Me Time ini diantaranya berdo'a, shopping, makan sendirian diluar, membaca buku, memberikan waktu pada diri sendiri untuk tidur lebih lama. Semuanya pernah dilakukan tapi kayaknya masih kurang. Yang belum pernah badan perlu massage dan di lulur sama ahlinya sendirian, diruangan yang tenang, mata merem menikmati tiap urutanny sambil dengarin alunan lagu maher zain. God.. sedap bayanginnya. Hehehehe...
satu lagi hal yang paling aku idamkan buat Me Time, berbaring rileks di suatu hamparan rumput hijau dengan keadaan sekitarnya jg berwarna hijau, sejuk, gemerisik dahan dan ranting karena hembusan angin sepoi sepoi, harum rerumputan dan dedaunan di setiap tarikan nafas. Sendirian, hanya sendiri.....
Sumber: kompas female dan women's Health
Beberapa pakar telah membuktikan manfaat menikmati waktu sendirian ini:
Menurut Abby Rodman. Seorang pakar hubungan dan psikoterapis, bahwa belajar bersyukur dengan diri sendiri adalah sebuah hal yang penuh dengan kekuatan positif. Saking positifnya kekuatan ini dapat membantu anda melalui berbagai masalah hidup, misalnya putus cinta.
lupakan misal yang diberikan oleh Abby Rodman diatas karena aku tidak sedang jatuh cinta justru aku harus bisa bersyukur dengan kesendirianku sekarang karena hikmahnya adalah aku bisa lebih fokus dan maksimal dalam menyayangi dan membantu adik adikku dan keluarganya. Juga bisa lebih fokus mengajar dan memberikan waktu buat anak didikku. Ini ga akan bisa terjadi secara maksimal jika aku sudah berkeluarga.
Kim Hollingdale, psikoterapis dan pemilik Head First counseling di los angeles, Amerika Serikat menyatakan, salah satu terapi yang sering diberikannya pada klien adalah kencan dengan diri sendiri. "Ketika kita sendiri menyingkir untuk memiliki waktu tenang agar dapat menjadi diri sendiri meskipun dalam waktu yang amat singkat, kita akan belajar tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang sebenarnya kita rasakan dan apa yang kita inginkan" jelas Hollingdale.
Senyum baca pendapat di atas karena memang sampai sekarangpun aku ga tau tepatnya apa yang mau kucapai dalam hidup ini. Jalan nya datar bahkan seperti jalan di tempat. Kira kira aku ingin apa ya...? Hmm.. nantilah dipikirkan lagi. (jadi ingat si Fauziah Nur):)
Sedangkan menurut dr. Donna Stoneham, penulis buku The thriver's edge: seven keys to transform the way you live, love and lead, berjalan perlahan dalam menjalani hidup sebetulnya dapat membantu anda untuk menapaki masa depan. Andapun dapat mengetahui batasan batasan diri sendiri dalam hidup sehingga tidak terkesan terburu buru atau ambisius.
Mengingat usiaku sekarang, masih pantas di bilang perlahankah atau malah justru terlalu lambat... But dont worry, be positif just like my best friend Lia Prastianty said "nikmati masa kesendirian kakak selagi masih bisa". I will dear no sad, no tear.
Hampir setiap hariku hanya diisi untuk melakukan sesuatu buat orang lain, alhamdulillah semoga menjadi ibadah. Aamiin. Otak bekerja terlalu keras sering kali merasa stress, rambut rontok, makan terganggu, tidur susah sulit istirahat, khawatir kesehatanpun menjadi menurun. Kayaknya melakukan me time ini memang harus segera dilakukan. Demi kesehatan.
Breathnach (2008) bilang untuk dapat menjalani hidup secara sederhana kita perlu melepaskan hal hal yang kurang penting bagi kesehatan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis.
Can I..? Mengingat aku orang yang tergolong memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan Me Time ini diantaranya berdo'a, shopping, makan sendirian diluar, membaca buku, memberikan waktu pada diri sendiri untuk tidur lebih lama. Semuanya pernah dilakukan tapi kayaknya masih kurang. Yang belum pernah badan perlu massage dan di lulur sama ahlinya sendirian, diruangan yang tenang, mata merem menikmati tiap urutanny sambil dengarin alunan lagu maher zain. God.. sedap bayanginnya. Hehehehe...
satu lagi hal yang paling aku idamkan buat Me Time, berbaring rileks di suatu hamparan rumput hijau dengan keadaan sekitarnya jg berwarna hijau, sejuk, gemerisik dahan dan ranting karena hembusan angin sepoi sepoi, harum rerumputan dan dedaunan di setiap tarikan nafas. Sendirian, hanya sendiri.....
Sumber: kompas female dan women's Health
Kamis, 10 September 2015
Dzikir vs Gadget
Bismillahirrahmanirrahim. Ini semua tentang aku. Sedikit menyinggung orang lain mungkin. maaf jika ada kata yang salah. Pernahkah kalian berniat untuk selalu mengamalkan dzikir di setiap waktu tapi terkalahkan oleh suatu kebiasaan yang benar benar jauh dari manfaat. Bahkan ketika kalian sadar itu tetap saja ga mampu menghilangkan kebiaasaan itu. Ku jawab sendiri aja, "iya" buatku.
Papa dan umi adalah orang tua yang benar benar memberikan contoh yang luar biasa buatku dan adik adikku, tentang ini. Bibir mereka selalu berbisik, jari mereka selalu bergerak disetiap kesempatan yang mereka punya. Tasbih selalu ada di tangan, di bawa kemanapun mereka pergi. Kebiasaan mereka, juga jadi kebiasaan kami walaupun tak seintens papa dan umi, maklumlah usia kami masih tergolong muda waktu itu masih diselimuti dengan keja'iman, malu di bilang tua, sok alim. Sebuah pemikiran yang benar benar salah, seandainya aku berfikir ini waktu itu bahwa amal ibadah harus dilakukan dimana saja dan kapan saja karena mati tak kenal tua atau muda.
2011 papa pergi, moment moment yang berat buatku. Belum terbiasa dengan kesendirian. Sedih, tak punya tempat berbagi sebaik papa kecuali Allah. Sholat, berdo'a mengadu segala masalah kepada Allah, membaca alqur'an jadi penerang hati, dan dzikir mengisi kekosongan selalu ku lakukan, belangsung terus walau masih belum sehebat papa.
2015 adalah tahun yang menurutku adalah awal dari kemunduran hidupku. Hadiah gadget yang diberikan seseorang di hari ulang tahun ku tak lantas membuat hidupku menjadi semakin hebat, semakin maju sesuai dengan perkembangan dan kemauan zaman. Benda satu ini mendominasi hampir seluruh waktu dan gerakku. Hampir 19 jam dalam sehari tanganku tak lepas dari benda yang satu ini. Efeknya adalah aku jadi jarang dzikir, dan membaca quran lagi. Tasbih papa yang biasa di tanganku berubah jadi gadget. Laailahaillah, subhanallah, walhamdulillah, Allahuakbar berubah jadi Facebook, instagram, tweeter, whatsup, path, line, ntah apalagilah itu. Astaghfirullah.
Danang Darto the comment pernah memberikan sebuah pertanyaan kepada tamunya seorang gadis cantik, bunyinya adalah "apakah benda yang pertama sekali kamu pegang ketika bangun tidur...? Jawaban si gadis cantik adalah "Hp". Pikiran dan hatiku tersentak seketika, tersadar bahwa itulah aku. Aku khawatir manjadi bagian dari orang orang yang akan menyesal satu masa nanti. Dan sepertinya iya, Astaghfirullah al'adzim. Ntah berapa teriliun manusia yang terlena karena benda ini. ckckckck... miris. Hasil dari sebuah kemajuan yang kusadari justru membawa kepada kemunduran.
Yang aneh nya seberapa banyak istighfar, seberapa kuat nya pun ku ingin meninggalkan kebiasaan ini tetap ga bisa. Aku ingat salah satu adegan di sebuah sinetron ramadhan, ada satu tokoh yang kebiasaan hidup nya selalu berkata "ciee.. ciee.." hingga akhir sakratul mautnyapun kata inilah yang mengntarnya pergi. A'udzubillahibmindzalik. Imam adz-dzahabi berkata, mujahid berkat: "tidaklah seseorang meninggal dunia kecuali akan tergambar dihatinya teman teman dekatnya. Orang yang gemar bermain catur ketika di talqin untuk mengucap laa illaha illallah saat hendak meninggal justru mengucapkan "skak" lantas mati. Ada juga yang saat hidupnya hobi minjum khamr ketika di talqin untuk mengucap kalimat tauhid justru mengatakan "minumlah lalu berilah aku minum" lalu mati." kebiasaan kebiasaan kita sewaktu hidup menjadi gambaran sakratul maut kita. Terkenang akan diri nanti apa yang akan terjadi. Astaghfirrullah. Semoga khusnul khotimah buatku, seluruh keluargaku dan kita semua. Aamiin.
Ya Allah, kau maha mendengar isi hati kecilku. Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi dahulu padaku sehingga membuat ku mau meninggalkan kebiasaan ini. Jadikan benda ini sebagai alat untuk memperbanyak amalku bukan untuk merugikanku. Aamiin.
Papa dan umi adalah orang tua yang benar benar memberikan contoh yang luar biasa buatku dan adik adikku, tentang ini. Bibir mereka selalu berbisik, jari mereka selalu bergerak disetiap kesempatan yang mereka punya. Tasbih selalu ada di tangan, di bawa kemanapun mereka pergi. Kebiasaan mereka, juga jadi kebiasaan kami walaupun tak seintens papa dan umi, maklumlah usia kami masih tergolong muda waktu itu masih diselimuti dengan keja'iman, malu di bilang tua, sok alim. Sebuah pemikiran yang benar benar salah, seandainya aku berfikir ini waktu itu bahwa amal ibadah harus dilakukan dimana saja dan kapan saja karena mati tak kenal tua atau muda.
2011 papa pergi, moment moment yang berat buatku. Belum terbiasa dengan kesendirian. Sedih, tak punya tempat berbagi sebaik papa kecuali Allah. Sholat, berdo'a mengadu segala masalah kepada Allah, membaca alqur'an jadi penerang hati, dan dzikir mengisi kekosongan selalu ku lakukan, belangsung terus walau masih belum sehebat papa.
2015 adalah tahun yang menurutku adalah awal dari kemunduran hidupku. Hadiah gadget yang diberikan seseorang di hari ulang tahun ku tak lantas membuat hidupku menjadi semakin hebat, semakin maju sesuai dengan perkembangan dan kemauan zaman. Benda satu ini mendominasi hampir seluruh waktu dan gerakku. Hampir 19 jam dalam sehari tanganku tak lepas dari benda yang satu ini. Efeknya adalah aku jadi jarang dzikir, dan membaca quran lagi. Tasbih papa yang biasa di tanganku berubah jadi gadget. Laailahaillah, subhanallah, walhamdulillah, Allahuakbar berubah jadi Facebook, instagram, tweeter, whatsup, path, line, ntah apalagilah itu. Astaghfirullah.
Danang Darto the comment pernah memberikan sebuah pertanyaan kepada tamunya seorang gadis cantik, bunyinya adalah "apakah benda yang pertama sekali kamu pegang ketika bangun tidur...? Jawaban si gadis cantik adalah "Hp". Pikiran dan hatiku tersentak seketika, tersadar bahwa itulah aku. Aku khawatir manjadi bagian dari orang orang yang akan menyesal satu masa nanti. Dan sepertinya iya, Astaghfirullah al'adzim. Ntah berapa teriliun manusia yang terlena karena benda ini. ckckckck... miris. Hasil dari sebuah kemajuan yang kusadari justru membawa kepada kemunduran.
Yang aneh nya seberapa banyak istighfar, seberapa kuat nya pun ku ingin meninggalkan kebiasaan ini tetap ga bisa. Aku ingat salah satu adegan di sebuah sinetron ramadhan, ada satu tokoh yang kebiasaan hidup nya selalu berkata "ciee.. ciee.." hingga akhir sakratul mautnyapun kata inilah yang mengntarnya pergi. A'udzubillahibmindzalik. Imam adz-dzahabi berkata, mujahid berkat: "tidaklah seseorang meninggal dunia kecuali akan tergambar dihatinya teman teman dekatnya. Orang yang gemar bermain catur ketika di talqin untuk mengucap laa illaha illallah saat hendak meninggal justru mengucapkan "skak" lantas mati. Ada juga yang saat hidupnya hobi minjum khamr ketika di talqin untuk mengucap kalimat tauhid justru mengatakan "minumlah lalu berilah aku minum" lalu mati." kebiasaan kebiasaan kita sewaktu hidup menjadi gambaran sakratul maut kita. Terkenang akan diri nanti apa yang akan terjadi. Astaghfirrullah. Semoga khusnul khotimah buatku, seluruh keluargaku dan kita semua. Aamiin.
Ya Allah, kau maha mendengar isi hati kecilku. Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi dahulu padaku sehingga membuat ku mau meninggalkan kebiasaan ini. Jadikan benda ini sebagai alat untuk memperbanyak amalku bukan untuk merugikanku. Aamiin.
Kamis, 27 Agustus 2015
Puisiku.
Waktu.
Sombong aku akan diriku seiring tegap langkahMu.
Tak tau aku akan inginku, hingga kini Kau sadarkanku.
Namun... sudahkah semuanya terlambat..? Semoga tidak.
Kejar aku akan inginku mengejar langkahMu membawaku jelang inginku.
Hingga nanti inginku tercapai, ku takkan menyerah.
by:laylan fauziah
Perjalanan Hidup
Pagi ke pagi lagi....
Bumi berputar semakin cepat, semakin tua.
Begitupun aku...
Tua..! Jangan napikan kata itu.
sadar akan tua diri yang terbaik.
Jalan hidup... kadang susah kadang senang,
kadang menapak lurus, kadang terjal mendaki dan curam.
inikah takdir hidup? Mungkin.
Namun takdir bukan alasan untuk menyerah dan tidak berusaha.
hingga hari ini ku tau jalanku.
Esok...?? Mana ketehe'
Apapun jadinya esok, hadapi dengan lapang hati.
Yang penting jalani aja hidup biar hidup jadi lebih hidup.
LOSTAMASTA. :)
by:laylan fauziah
Titik Kosong
Ingin ku gapai cinta sejati itu
ntah apakah itu mungkin
Ingin kukatakan cinta dengan bahasa yang sederhana...
seperti awan yang tak bersyarat pada hujan ketika akan turun.
Seperti kayu yang tak sempat berkata pada api ketika menjadi abu.
Seperti angin yang tak tergambar mata ketika menjamah kulit.
Ingin cinta itu selalu mengingatku
seperti indahnya pelangi setelah hujan reda.
seperti setetes air di tengah teriknya gurun pasir
Seperti tubuh dan ruhnya
Karena cinta sejati mendengarkan apa yang ta
karena cinta sejati mengerti apa yang tak di jelaskan
karena cinta sejati bukan datang dari bibir,
bukan pula lidah atau pikiran
Tapi dari hati dan akan selalu ada selamanya.
by:laylanfauziah
050713
Sedih, kecewa, garamnya hidup.
Menangis mungkin akan sedikit meringankan.
Menyadari siapa diri adalah pahit, tapi itu adalah takdir
yang tak berubah dengan sebuah keputus asaan.
Hamba pasrah ya Allah,
walau dengan jeritan di hati yang mungkin
jika ku teriakkan akan sedikit membantu.
Tapi tak mungkin di sini.
Umii...
by:laylan fauziah.
Senin, 17 Agustus 2015
Tugas Arfi #catatanharian#myproject#
Untuk tahun berikutnya aku menjadi wali kelas di kelas 3 Madarasah Ibtidaiyah untuk tahun 2015-2016. Penilaian pertama yang ku lihat anak-anaknya baik budi, ramah, pinter-pinter walau agak sedikit ngerumpi kata pak Muslim alias suka ngomong. Kadang kadang memang sulit di kontrol, susah mengkondusifkan mereka di hal yang satu ini.
kelas ini memiliki 27 siswa, dengan karakteristik masing masing. Beberapa anak yang paling menonjol dikelas dan jadi pusat perhatianku adalah JOY & OJI (ketua kelas) mereka aktif , jd jagoan kelas suka jail tapi alhamdulillah masih bisa diarahkan. ABDUL & BAGUS, baik budi, pinter, pendiam, ga pernah beranjak dari bangku kalau ga punya kepentingan, kurang percaya diri bahkan cuma sekedar nanya hari libur doank ke gurunya. FANI, gadis cantik dan pinter, pendiam, bergaul hanya dengan beberapa teman yang dianggap paling cocok, mau nya selalu di turuti terkesan agak sedikit memaksa, efeknya beberapa teman kurang resfect ke dia. RIANTY(sekertaris kelas) manja, tomboy, cerewet, dan pinter. Dan terakhir ARFI, anaknya istimewa. Anak yang terakhir ini bakal jadi big project untukku selama satu tahun ini.
Nama lengkap nya Arfi Farros, memiliki keistimewaan tersendiri. Berbeda dari yg lain, suka menjerit, dan menangis berlebihan hanya karena di sentuh salah satu bagian tubuhnya. Tidak bisa mengikuti pelajaran sama sekali kalau gurunya ga fokus bimbing di sampingnya. Alhamdulillah sudah bisa baca dan menulis, tapi kurang dalam berhitung. Sejauh ini, cuma beberapa hal ini yg masih terlihat. Masih harus banyak baca ttg psikologi untuk bisa tau keistimewaan apa yang terjadi pada arfi.
Selasa, 11Agustus 2015. Hari yang biasa tapi sesuatu yang menurutku hal yang luar biasa terjadi. Hari itu pelajaran matematika dengan materi penjumlahan cara berhitung pendek. Materi pun ku ajarkan, Setelah semua anak ku anggap faham kecuali arfi tentunya, mereka ku berikan tugas latihan termasuk Arfi. "Ga pande", celetuk arfi tiba tiba, jawaban ku "tulis dulu nak soal yang di papan tulis". Dan Biasanya dia selalu melakukan perintahku. Waktu pengumpulan tugaspun tiba, semua siswa kedepan menyerahkan tugas masing masing termasuk Arfi. " ini upin ipin" kata Arfi. Kalimat ini sontak bikin penasaran. Senyuman bangga ku berikan sebagai penghargaan buat arfi atas usaha nya walau bukan yg aku harapkan. Sementara buku buku teman temannya bertuliskan angka angka, dibuku arfi justru tertulis lebih dr 20 nama nama tokoh tokoh kartun yang di senanginya :). Kejadian ini menantangku untuk melakukan sesuatu dan insaallah di jadikan goal akhir tahun ajaran ini nanti. Arfi harus sudah tertarik terhadap angka akhir tahun ini. Insaallah. Semoga selalu di limpahkan kesehatan. Aamiin. SEMANGAT SAIIA..!!

Tugas Arfi
Selasa, 18 agustus 2015. Pengamatan pertama terhadap Arfi. Sedikit membaca literatur ttg satu jenis masalah yang diderita anak anak berkebutuhan khusus yaitu Autis. Kemudian dijadikan referensi untuk mengetahui masalah yang terjadi pada Arfi.
Istilah Autis berasal dari kata Autos yg berarti diri sendiri dan Isme yang berarti faham. Ini berarti bahwa Autisme memiliki makna keadaan yg menyebabkan anak anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri. Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang di tandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indrawi, pola bermain dan prilaku emosi.
Sebagian orang menduga bahwa penyebab autis anak adalah karena,a cacat genetika, sebagian peneliti sepakat bahwa ada banyak penyebab autis, salah satunya adalah karena pengaruh vaksin yang mengandung thimerosal zat pengawet yang di gunakan dalam berbagai vaksin.
Ada beberapa indikator prilaku autis yang kemudian aku cocokkan dengan keadaan arfi.
Dilihat dari bahasa/komunikasinya:
1. Ekspresi wajah yang datar
2. Tidak menggunakan bahasa isyarat tubuh
3. Jarang memulai komunikasi
4. Tidak meniru aksi atau suara
5. Bicara sedikit atau tidak ada atau mungkin cukup verbal.
6. Mengulangi atau meniru kata kata, kalimat kalimat atau nyanyian
7. Intonasi/ritme vokal yang aneh
8 tampak tidak mengerti arti kata
9. Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas/harfiah.
Hampir keseluruhan ciri ciri diatas dialami arfi kecuali pada no 8, karena ketika ku berikan beberapa pertanyaan Arfi mampu memahami kalimatnya dan menjawab walaupun salah.
misalnya: " lampu merah dijalan warnanya apa arfi?" Jawaban Arfi " merah, hijau dan krim".
Arfi juga bisa menyebutkan dan menunjukkan warna warna dengan baik dan jelas.
Ciri ciri lain dari anak Autis adalah menyukai bagian bagian benda tertentu. Pada Arfi, aku tidak melihat ada tindakan tindakan yang menjuru ke ciri yang satu ini di sekolah, tapi . Ketika kuberikan satu pertanyaan tadi, tidak disangka jawabannya seperti mengindikasi kesana. "Coba Arfi sebutkan permainan-permainan yang Arfi suka dirumah?" Jawaban Arfi " kejar kejaran, kursi digeser, meja diangkat, kamar mandi".
Ciri ciri dari segi fisik:
1. Bibir yang cenderung lebih lebar
2 Area diantara bibir atas dan juga hidung lebih lebar
3. Jarak horizontal yang lebar yang terjadi diantara kedua mata
4. Bagian tengah wajah anak yang biasanya terlihat lebih sempit terutama di daerah hidung Serta pipi.
semua ciri ciri ini persis dengan Arfi.
Sabtu, 23 Agustus 2015. Pelajaran pertama untuk hari ini, Arfi ikuti dengan baik. Ditulis dengan rapi walau jawabannya belum sempurna. Sampai pelajaran kedua masuk, Arfi kelihatan kurang antusias bahkan saat kutuntun sekalipun. Terlihat kelelahan dari wajah dan geliat tubuh nya. Ku tanya "Arfi capek..?" Jawabnya "ya". Segera ku perintahkan Arfi untuk memasukkan bukunya kembali kedalam tas. Ku yakin Arfi takkan bohong dan Tak perlu rasanya aku memaksanya, karena takkan ada manfaat nya. Dari sini aku memahani bahwa Arfi tidak mampu di jejali dengan begitu banyak pelajaran yang justru membuat nya Gagal di semua pelajaran. cukup Satu pelajaran setiap hari tapi mampu di selesaikannya walau tak sempurna nilainya. Semoga besok lebih baik ya nak.
Selasa, 11Agustus 2015. Hari yang biasa tapi sesuatu yang menurutku hal yang luar biasa terjadi. Hari itu pelajaran matematika dengan materi penjumlahan cara berhitung pendek. Materi pun ku ajarkan, Setelah semua anak ku anggap faham kecuali arfi tentunya, mereka ku berikan tugas latihan termasuk Arfi. "Ga pande", celetuk arfi tiba tiba, jawaban ku "tulis dulu nak soal yang di papan tulis". Dan Biasanya dia selalu melakukan perintahku. Waktu pengumpulan tugaspun tiba, semua siswa kedepan menyerahkan tugas masing masing termasuk Arfi. " ini upin ipin" kata Arfi. Kalimat ini sontak bikin penasaran. Senyuman bangga ku berikan sebagai penghargaan buat arfi atas usaha nya walau bukan yg aku harapkan. Sementara buku buku teman temannya bertuliskan angka angka, dibuku arfi justru tertulis lebih dr 20 nama nama tokoh tokoh kartun yang di senanginya :). Kejadian ini menantangku untuk melakukan sesuatu dan insaallah di jadikan goal akhir tahun ajaran ini nanti. Arfi harus sudah tertarik terhadap angka akhir tahun ini. Insaallah. Semoga selalu di limpahkan kesehatan. Aamiin. SEMANGAT SAIIA..!!

Tugas Arfi
Selasa, 18 agustus 2015. Pengamatan pertama terhadap Arfi. Sedikit membaca literatur ttg satu jenis masalah yang diderita anak anak berkebutuhan khusus yaitu Autis. Kemudian dijadikan referensi untuk mengetahui masalah yang terjadi pada Arfi.
Istilah Autis berasal dari kata Autos yg berarti diri sendiri dan Isme yang berarti faham. Ini berarti bahwa Autisme memiliki makna keadaan yg menyebabkan anak anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri. Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang di tandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indrawi, pola bermain dan prilaku emosi.
Sebagian orang menduga bahwa penyebab autis anak adalah karena,a cacat genetika, sebagian peneliti sepakat bahwa ada banyak penyebab autis, salah satunya adalah karena pengaruh vaksin yang mengandung thimerosal zat pengawet yang di gunakan dalam berbagai vaksin.
Ada beberapa indikator prilaku autis yang kemudian aku cocokkan dengan keadaan arfi.
Dilihat dari bahasa/komunikasinya:
1. Ekspresi wajah yang datar
2. Tidak menggunakan bahasa isyarat tubuh
3. Jarang memulai komunikasi
4. Tidak meniru aksi atau suara
5. Bicara sedikit atau tidak ada atau mungkin cukup verbal.
6. Mengulangi atau meniru kata kata, kalimat kalimat atau nyanyian
7. Intonasi/ritme vokal yang aneh
8 tampak tidak mengerti arti kata
9. Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas/harfiah.
Hampir keseluruhan ciri ciri diatas dialami arfi kecuali pada no 8, karena ketika ku berikan beberapa pertanyaan Arfi mampu memahami kalimatnya dan menjawab walaupun salah.
misalnya: " lampu merah dijalan warnanya apa arfi?" Jawaban Arfi " merah, hijau dan krim".
Arfi juga bisa menyebutkan dan menunjukkan warna warna dengan baik dan jelas.
Ciri ciri lain dari anak Autis adalah menyukai bagian bagian benda tertentu. Pada Arfi, aku tidak melihat ada tindakan tindakan yang menjuru ke ciri yang satu ini di sekolah, tapi . Ketika kuberikan satu pertanyaan tadi, tidak disangka jawabannya seperti mengindikasi kesana. "Coba Arfi sebutkan permainan-permainan yang Arfi suka dirumah?" Jawaban Arfi " kejar kejaran, kursi digeser, meja diangkat, kamar mandi".
Ciri ciri dari segi fisik:
1. Bibir yang cenderung lebih lebar
2 Area diantara bibir atas dan juga hidung lebih lebar
3. Jarak horizontal yang lebar yang terjadi diantara kedua mata
4. Bagian tengah wajah anak yang biasanya terlihat lebih sempit terutama di daerah hidung Serta pipi.
semua ciri ciri ini persis dengan Arfi.
Sabtu, 23 Agustus 2015. Pelajaran pertama untuk hari ini, Arfi ikuti dengan baik. Ditulis dengan rapi walau jawabannya belum sempurna. Sampai pelajaran kedua masuk, Arfi kelihatan kurang antusias bahkan saat kutuntun sekalipun. Terlihat kelelahan dari wajah dan geliat tubuh nya. Ku tanya "Arfi capek..?" Jawabnya "ya". Segera ku perintahkan Arfi untuk memasukkan bukunya kembali kedalam tas. Ku yakin Arfi takkan bohong dan Tak perlu rasanya aku memaksanya, karena takkan ada manfaat nya. Dari sini aku memahani bahwa Arfi tidak mampu di jejali dengan begitu banyak pelajaran yang justru membuat nya Gagal di semua pelajaran. cukup Satu pelajaran setiap hari tapi mampu di selesaikannya walau tak sempurna nilainya. Semoga besok lebih baik ya nak.
Langganan:
Postingan (Atom)



















